Cocido Madrilenyo, Makanan Khas Madrid Selama 600 Tahun

Makanan khas Madrid yang satu ini bernama Cocido Madrileño (dalam bahasa Indonesia dibaca kokoido madrilenyo). Adalah sup yang berbahan dasar kacang, sosis, sayuran dengan bumbu cita rasa khas Madrid. Populernya makanan khas Madrid ini menjadi begitu ikonik menembus batas kalangan di Negara matador itu.

Cocido Madrilenyo adalah salah satu hidangan daerah yang sangat ajaib. Makanan ini mampu menyatukan teman, keluarga, kerabat dan mampu menyadarkan pemabuk. Mitos ini berkembang setelah penyair terkemuka, Lope de Vega yang agung mencicipi makanan buatan Nenek yang menurutnya luar biasa.

Komposisinya sederhana dalam sepiring porsii cocido terdapat buncis, daging, sosis, kacang-kacangan, mie pasta yang tipis, dimasak hingga lembut ke dalam kaldu bercita rasa kuat.

“Makanan ini mengandung banyak bahan. Setelah memakan cocido, kebanyakan orang langsung tidur siang, ”kata María Paz Moreno, penulis asal Madrid yang menerbitkan buku “A Culinary History”. Penulis itu kemudian menjelaskan bagaimana suatu makanan menjadi klasifikasi sosial. “Seseorang dapat terlihat dari status sosialnya saat menyajikan cocido, trgantung pada jumlah daging yang Anda sajikan di dalamnya.”

Ungkapan itu bukan berarti sempit, bahwa hanya kalangan bangsawan dan orang kaya yang mampu menyajikannya. Kalangan petani, nelayan, guru, lintas profesi sekalipun mampu menyajikan makanan ini. Bahan-bahannya mudah didapat di pasar tradisional sejak zaman dulu.

Asal-usul makanan ini sederhana, diperkirakan makanan ini berasal dari sup domba dan sayuran khas Yahudi yang disebut adafina. “Selama abad ke-15, orang-orang Yahudi yang tinggal di tempat ini, di Spanyol. Penganut Yahudi kemudian dipaksa oleh Raja-Raja Katolik, Ferdinand dan Isabella, untuk pindah agama menjadi Kristen agar tetap tinggal di negara itu,” lanjut Moreno.

“Jika mereka tidak pindah agama, mereka bisa dibawa ke Inkuisisi yang terkenal, atau diusir dari Semenanjung Iberia. Untuk menunjukkan bahwa mereka sebenarnya telah bertobat, mereka akan menambahkan daging babi ke dalam sup mereka.”

Selama berabad-abad, adafina memadukan unsur-unsur dari semur asal Timur Tengah dan memasukkan bahan-bahan baru. “Mereka kemudian menambahkan bahan-bahan seperti paprika dan kentang,” ujar Moreno. Maka wajar jika dikatakan bahwa Cocido Madrilenyo dibentuk oleh berbagai budaya yang menetap di Semenanjung Iberia, seperti halnya ibukota itu sendiri.

Variasi kokido yang berbeda dapat ditemukan di seluruh Spanyol. Ada cocido versi utara Gallego, yang disajikan dalam dua vuelcos, atau cocido selatan Andaluz, yang atasnya diberi taburan bawang putih tumbuk.

Cita rasa makanan khas Madrid ini tergantung dari kaldu, buncis dan dagingnya. Peralatan yang digunakan seperti panci tanah liat, ataukah panci besi. Semuanya berpengaruh terhadap rasa masakan itu sendiri.

Bagi nenek buyut warga Spanyol memasak adalah pekerjaan dengan cinta sejati. Jika memasak cocido perlu  merendam buncis dalam semalam, memasukkannya ke dalam rasa kaldu dengan daging babi atau tulang ayam dan ketelitian untuk melihat titik didih dengan api kecil. Mungkin itu sebabnya, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang Madrilen lebih suka memakannya daripada membantu perempuan memasak cocido di rumah.

“Saat ini, karena peningkatan jam kerja dan orang-orang yang hidup dengan gaya hidup yang berbeda, cocido tidak terlalu sering dimasak di rumah,” kata José Alberto Rodríguez, pemilik rumah makan Madrid Malacatín. “Tapi orang-orang tidak bisa memungkiri bahwa mereka selalu rindu hidangan itu. Mereka kehilangan koneksi dengan sejarah mereka melalui selera mereka.” Itulah sebabnya mereka seign datang ke rumah makan milik Rodríguez. Sebagian besar restoran di Madrid menyajikan cocido pada hari Rabu, tetapi untuk restoran seperti Malacatín, cocido adalah menu pokok setiap hari.

Hardana Pranawa Marbun

Posted by Hardana Pranawa Marbun

Communicator. Coffee aficionado. Analyst. Certified problem solver. Organizer. Creator. Webaholic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *